Monday, February 1, 2010
budidaya lobster
Red claw, yabby, dan red crayfish adalah tiga jenis lobster yang kini marak dibudidayakan. Iming-iming harga tinggi menjadi pemicu pengembangan besar-besaran di Amerika Serikat dan Australia. Udang karang air tawar itu bakal mengganti poisi lobster besar yang populasinya makin menipis di alam. Gaung maraknya baby lobster pun merambah ke Indonesia. Sejumlah peternak-terutama di Jakarta dan Bogor –mengawali penangkarannya dalam aquarium dan bak semen.
Harga jual anggota keluarga Dekapoda itu diluar negeri memang selangit. Di Indonesia, lobster mini belum begitu dikenal. Hanya segelintir restoran, seperti di Jakarta, Surabaya, dan Bali yang menyediakan menu lobster itu. Uniknya, Hobiis pecinta ikan hias, terutama louhan malah mengenalnya sebagai pembersih aquarium.
Lobster ini memang berpeluang besar dikembangankan sebagai komoditas aquaculture pilihan. Selain unggul dari sisi harga, lobster itu juga tidak butuh lokasi khusus, bisa dikembangkan dalam akuarium, peternak bisa merawat secara intensif di seputaran rumah tinggal.
RAGAM LOBSTER
Tiga jenis lobster memang bisa dikembangkan di Indonesia ialah Cherax quadricarinatus, cherax destructor dan procambarus clarkii
1. Cherax quadricarinatus (red claw) ; panjang dewasa 20 cm di aquarium sedangkan di alam 35 cm, bobot mencapai 300 g bahkan lebih. Jantan bersemu merah bagian ujungnya. Masa bertelur 3 x setahun, moulting pada induk betina 2 x setahun (pola bertelur dan ganti kulit diatur melalui kontrol dan manipulasi nutrisi), fekunditas umur 2 tahun 300-400 telur sedangkan umur 5 tahun bisa mencapai 1.400 butir.
2. cherax destructor (Yabby); Jantan dan betina mempunyai capit yang besar, habitatnya sama dengan Cherax quadricarinatus, panjang tubuh 20 cm, kulit lembek walau keliahatan keras. Pola reproduksi sama dengan Cherax quadricarinatus.
3. procambarus clarkii (Red crayfish); tergolong omnivora, sifatnya agrisip, Reproduksi relatif lebih rendah dari pada diatas.
TEMPAT TUMBUH
Lobster jenis cherax sp umunya tahan terhadap iklim daerah tropis.
1 Aquarium : 80 cm x 40 cm x 40 cm diisi 5 induk betina dan 3 induk jantan. Aerator sebaiknya dijepit dengan 2 lempengan kaca di tengan aquarium. Paralon bentuk T berfungsi sebagai tempat pensembunyian (diameter 5 cm induk dan 3 cm lobster muda). Buat penyekat dengan kaca pemisah, masukkan induk yang telah ketahuan bertelur sampai burayak turun dari tubuhnya.
2 Kolam/Bak:3 m x 1 m x 0,8 m bisa menampung 300 anak, kelengkapan sama dengan system aquarium.
3 lingkungan hidup; suhu 180 C – 260 C, kesadahan 100-200 , pH air 7. Jenis procambarus clarkii tumbuh optimal di daerah dingin bersuhu 180 C – 220 C dgn ketinggian air 20 cm.
MEMILIH INDUK
1 Ciri-ciri induk betina yang baik adalah tampak 2 bulatan mencolok besar pada ruas dada disisi kiri dan kanan serta berwarna gelap.
2 Umur 2 tahun.
KOPULASI
1 Aquarium diletakan pada ruang yang tidak terkena matahari/teduh
2 Dijodahkan terlebih dahulu
3 Manipulasi agar merangsang kopulasi, pemberian cacing tanah 2 x seminggu.
4 Kopulasi umunya dilakukan pada sore dan malam hari.
MASA BERTELUR
1 Hindari suara yang keras dan pekerja yang kasar, karena induk yang bertelur rentan terhadap gangguan, jika terganggu secepat itu telur dirontokkan. Jika mau dipindahkan angkat bersama
2 Setelah 28 hari, telur menetas,jika induk mau dipindah tunggu selama 20 hari karena tidak semua burayak lepas dari tubuh induknya,
3 Selanjutnya induk akan mengalami moulting, karena itu harus dikarentina selama 20 hari.
4 Pada saat moulting kulit eksoskeleton mengelupas, bersamaan ini tubuh lobster membesar, dianjurkan memberi pakan yang mengandung Kalsium Karbonat untuk mengganti kulit eksoskeleton baru. Pada saat moulting baik jantan atau betina dipisah.
5 Setelah hari ke 20 induk dikembalikan ketempat semula, sebelumnya diberi obar perangsang berupa cacing 1-2 ekor atau keong mas selama seminggu, dengan harapan hari ke 7 setelah 20 hari induk akan bertelur lagi.
6 Jadi selama 1 tahun mengalami moulting 3 x dan bisa dipacu 4 x betelur.
PAKAN
1 Pellet yang diberikan persis pellet udang windu di tambak.
2 1 set induk (Jantan 3 + betina 5) menghabiskan 1 kg/bulan.
3 Anakan dalam bak besar berjumlah 300 ekor diberi pakan 1 x sehari dengan dosisi rendah.
4 Tergolongan hewan omnivora, suka memamakan akar enceng gondok terutama bagi lobster yang masih muda.
PEMBESARAN
1 Masa 24 jam setelah turun dri induk adalah masa yang sangat kritis sampai mengalami moulting pertama yaitu hari ke 14.
2 Biarkan bersama induk selama 10 hari setelah moulting kemudian pindahkan ke bak pembesaran.
3 Sebaiknya kolam/bak terbuka agar berlumut karena lobster suka dengan tumbuhan itu.
4 Kemudian beri bak dengan tanaman air berupa enceng gondok dan selada air.
5 Kolam pembesaran dibersihkan 1-2 x seminggu.
6 Yang perlu diperhatikan adalah sifat kanibal yang tinggi ketika terjadi moulting dan listrik mati yang berakibat aerator tidak berfungsi, jika 4-5 jam tidak hidup maka lobster akan megap laulu mati. Antipasi air dikurangi sisakan setingi 5 cm.
PANEN
1 1 – 1,5 bulan di kolam pembesaran sudah bisa di panen.
2 Ukuran konsumsi 3 – 5 cm dalam kondisi hidup dan lengkap baik capit ataupun bagian tubuh lainya.
Selengkapnya...
Labels:
budidaya
Sunday, January 31, 2010
budidaya ikan belut
BUDIDAYA IKAN BELUT
( Synbranchus )
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.
Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah
ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
Perkiraan analisis budidaya belut adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-
d. Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-
2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-
3) Keuntungan Rp. 422.000,-
Selengkapnya...
Labels:
budidaya
Budidaya Kodok lembu
Kodok lembu
(Rana catesbeiana, Shaw)
Budidaya kodok telah dilakukan di beberapa negara, baik negara beriklim panas maupun beriklim 4 musim. Tercatat negara-negara Eropa yang telah membudidayakan kodok antara lain : Prancis, Belanda, Belgia, Albania, Rumania, Jerman Barat, Inggris, Denmark dan Yunani, Amerika Serikat dan Meksiko. Sedangkan di Asia, Cina, Bangladesh, Indonesia, Turki, India dan Hongkong yang telah membudidayakan kodok.
Sejarah kodok tidak diketahui asalnya, karena hampir ditemukan di mana-mana, karena kemampuannya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Kodok yang banyak dibudidayakan di Indonesia (Rana catesbeiana) berasal dari Taiwan, kendati kodok itu semula berasal dari Amerika Selatan.
Jenis
Kodok tergolong dalam ordo Anura, yaitu golongan amfibi tanpa ekor. Pada ordo Anura terdapat lebih dari 250 genus yang terdiri dari 2600 spesies.
Terdapat 4 jenis kodok asli Indonesia yang di konsumsi oleh masyarakat kita yaitu:
1. Rana Macrodon (kodok hijau), yang berwarna hijau dan dihiasi totol-totol coklat kehijauan dan tumbuh mencapai 15 cm.
2. Rana Cancrivora (kodok sawah ), hidup di sawah-sawah dan badannya dapat mencapai 10 cm, badan berbercak coklat dibadannya.
3. Rana Limnocharis (kodok rawa), mempunyai daging yang rasanya paling enak, ukurannya hanya 8 cm.
4. Rana Musholini (kodok batu/raksasa). Hanya terdapat di Sumatera, terutama Sumatera Barat. mencapai berat 1.5 kg. Dan panjang mencapai 22 cm.
Manfaat
Daging kodok adalah sumber protein hewani yang tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yang tidak dipakai sebagai bahan makanan manusia dapat dipakai untuk ransum binatang ternak, seperti itik dan ayam. Kulit kodok yang telah terlepas dari badannya bisa diproses menjadi kerupuk kulit kodok.
Selengkapnya...
Labels:
budidaya


